11 Mei 2024 — galodo menghancurkan sekitar 150 m jalan nasional di KM 53+500. Jalur terputus selama 71 hari dan dibuka kembali pukul 07.00 pada 21 Juli 2024, mula-mula hanya untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan kendaraan dua sumbu.
Akhir November 2025 — bencana hidrometeorologi kembali menghantam ruas Padang Panjang – Sicincin: satu titik jalan putus, 19 titik longsor, dan dua jembatan rusak antara KM 61+600 dan KM 67+400. Akses fungsional terbatas dibuka lagi pada 16 Desember 2025 untuk kendaraan roda dua dan roda empat; sampai saat itu lalu lintas dialihkan lewat Sitinjau Lauik, Solok, dan Danau Singkarak.
7 Maret 2026 — BPJN Sumatera Barat membuka kedua lajur selama 24 jam untuk masa mudik Lebaran.
1 April 2026 — buka-tutup diberlakukan lagi, dibuka pukul 17.00–08.00 dan ditutup pukul 08.00–17.00 setiap hari, diumumkan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat.
24 Juni 2026 — longsor di KM 66+700 menutup jalan sejak sekitar pukul 14.00.
27 Juli 2026 — dibuka kembali untuk semua jenis kendaraan, diumumkan oleh Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot.
30–31 Juli 2026 — longsor menimbun KM 66+700 sekitar pukul 19.45 pada Kamis malam; material dibersihkan dan jalan dibuka kembali dua arah pukul 03.15 pada Jumat pagi.
30 Juli 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum mengumumkan penanganan permanen ruas tersebut telah rampung.